Home / HMJ Pendidikan Guru Raudlatul Athfal / Asyiknya Bermain Origami dan Play Dough

Asyiknya Bermain Origami dan Play Dough

ORIGAMI APA YAAA…

Origami adalah salah satu seni kebudayaan di Jepang selain aikido sebagai seni bela diri ataupun ikebana yang merupakan seni merangkai bunga. Di Indonesia sendiri origami bukanlah hal yang baru lagi. Hampir di setiap TK mengajarkan teknik melipat kertas kepada anak didiknya. Dan origami ini menjadi salah satu pelajaran kreativitas yang menyenangkan bagi anak-anak.
Ternyata tak hanya menjadi pelajaran nan menyenangkan saja, origami juga memberikan manfaat terhadap tumbuh kembang anak. Layaknya mengaktifkan otak, motorik halus dan meningkatkan kreativitas anak.
Ini dikatakan Maya Hirai Direktur Sanggar Origami Indonesia dalam seminar ‘Bermain Origami Mengaktifkan Otak Anak, Melatih Motorik Halus dan Kreatifitas Anak’ yang dilaksanakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini ‘Bunayya’ YPSDI Al Hijrah di Gedung BP PNFI Reg. I Jalan Kenanga Raya Medan, Sabtu (8/8).
Instruktur origami bersertifikat dari Nippon Origami Association (NOA) ini mengatakan origami bukan hanya sekadar seni melipat kertas yang mengubah selembar atau beberapa kertas menjadi sebuah model atau barang yang berguna, melainkan juga mengajarkan kreativitas, ketekunan, ketelitian, imajinasi serta keindahan.

MANFAAT ORIGAMI UNTUK ANAK-ANAK
Wanita yang pernah mengajar origami di Ashihara Syougakko (SD) di Toyohashi Aichi, Jepang ini mengungkapkan beberapa manfaat berorigami bagi anak-anak. Seperti:
-Melatih motorik halus pada anak sekaligus sebagai sarana bermain yang aman, murah, menyenangkan dan kaya manfaat.
-Lewat origami anak belajar membuat mainannya sendiri, sehingga menciptakan kepuasan dibanding dengan mainan yang sudah jadi dan dibeli di toko mainan.
-Membentuk sesuatu dari origami perlu melewati tahapan dan proses tahapan ini tak pelak mengajari anak untuk tekun, sabar serta disiplin untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.
-Lewat origami anak juga diajarkan untuk menciptakan sesuatu, berkarya dan membentuk model sehingga membantu anak memperluas ladang imajinasi mereka dengan bentukan origami yang dihasilkan.
-Apa yang dirasakan anak-anak ketika berhasil menciptakan sesuatu dari tangan mungil mereka? Kebanggaan dan kepuasan sudah pasti. Terlebih lagi anak belajar menghargai dan mengapresiasi karya lewat origami.
-Belajar membaca diagram/gambar, berpikir matematis serta perbandingan (proporsi) lewat bentuk-bentuk yang dibuat melalui origami adalah salah satu keuntungan lain dari mempelajari origami.
Selain manfaat-manfaat tadi, bermain origami juga melatih anak berkomunikasi, mengungkapkan apa yang dipikirannya serta memberikan waktu bermain yang menyenangkan bersama orangtua. Seperti mengkomunikasikan bentuk apa yang tercipta dari selembar kertas yang dilipat atau anak akan berlatih bertanya kepada orangtua bila terganjal kesulitan di tengah jalan.
Dari selembar kertas, permainan lipat-melipat anak mendapat segudang manfaat dari origami. Bagaimana dengan Anda, siap bermain origami bersama anak?
Manfaatkan Origami untuk Mengoptimalkan Kecerdasan Anak

Sebuah penelitian menarik dilakuan di tahun 2000 oleh Shumakov di Rusia.  Shumakov melakukan penelitian pada 137 murid-murid Sekolah Dasar dari usia 7 sampai 11 tahun.  Kesimpulan hasil penelitiannya menunjukkan beberapa manfaat origami bagi anak.  Origami bermanfaat untuk mengaktifkan hemisphere kanan dan kiri, mengembangkan keterampilan motorik kedua belah tangan terutama motorik halusnya, mengembangkan kecerdasan, mengaktifkan berpikir kreatif dan meningkatkan daya imaginasi spatial dan ketajaman visual.
Penjelasan teoritisnya dijelaskan oleh Shumakov sebagai berikut, penyempurnaan gerakan-gerakan tangan akan diarahkan pada gerakan-gerakan halus demi mencapai ketepatan atau akurasi tinggi.  Hal ini akan melatih telapak dan jari-jari tangan untuk bekerja halus dan akurat, sehingga gerakan-gerakan tangan untuk bekerja halus dan akurat bisa menjadi gerakan otomatis.  Proses ini melibatkan aktivitas otak yang berkaitan dengan daya analisis dan sintesis.
Shumakov juga menyampaikan pada usia dini sampai usia 12 tahun adalah masa yang paling intensif berkembangnya koordinasi bilateral otak, dan cara yang paling efektif dan menyenangkan prosesnya adalah dengan mengajarkan origami.   Dengan origami, proses dominasi salah satu tangan akan diminimalkan, karena kedua belah tangan didorong untuk bekerja secara bersamaan; tidak ada satu tangan yang kerjanya lebih banyak daripada tangan lainnya. Dengan melatih kedua belah tangan, kedua belah hemisphere otak akan teraktivitasi dan interaksi seluruh bagian-bagian kortek akan dirangsang bekerja secara harmoni dan terkoordinasi, ketelitian tahapan sekuensi serta ketepatan akan bekerja secara serentak.
Ratna Megawangi dalam bukunya Origami untuk Membangun Karakter, menyebutkan aktivitas origami dapat menggabungkan beberapa aspek kecerdasan manusia, sehingga dapat membantu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan, seperti kecerdasan visual gambar/bentuk.  Kecerdasan kinestetik (terutama motorik halus), kecerdasan verbal (mendengarkan instruksi, membaca arahan), kecerdasan interpersonal (berinteraksi dengan guru dan kawan-kawannya), kecerdasan logika-matematika (mengenal bentuk geometeri dan pembagian), bahkan kecerdasan musik (apabila kegiatan origami diiringi alunan lembut suara musik) dan kecerdasan alam (diintegrasikan dengan pelajaran IPA melalui pengenalan jenis-jenis yang akan dibuat).

Rangkaian kegiatan origami memang mengasah beberapa kemampuan anak, seperti kemampuan memulai sesuatu tugas atau kegiatan, mempertahankan atensi dan kemampuan mengikuti petunjuk dengan multi-langkah, menjaga keteraturan dan kemampuan mengatur pikiran dan emosi. Kemampuan-kemampuan tersebut oleh para ahli saraf disebut sebagai executive function . Executive function berperan penting bagi kompetensi perilaku dan kemampuan sehari-hari untuk membuat rencana dan melaksanakan beberapa aktivitas bagi anak pra sekolah, anak usia sekolah hingga usia dewasa.

Executive function merupakan fungsi yang berlangsung di bagian otak yang disebut prefrontal cortex. Secara terinci buku Change Your Brain Change Your Life menyatakan bahwa fungsi prefrontal cortex adalah pada rentang atensi, ketekunan, pertimbangan, impulse control, organisasi, self monitoring dan supervisi, pemecahan masalah, berpikir kritis, berpikir ke depan, belajar dari pengalaman, kemampuan untuk merasakan dan mengekspresikan emosi.   Apabila ditilik lebih teliti, fungsi-fungsi tersebut adalah fungsi-fungsi yang dibutuhkan anak-anak kita dalam menghadapi tugas-tugas, mulai dari tugas-tugas di sekolah sampai tugas-tugas di kehidupan selanjutnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan origami banyak manfaatnya.  Aktivitas melipat kertas yang menyenangkan ini, bermanfaat bagi anak untuk mengembangkan kemampuan motoriknya, untuk mengasah kecerdasan berpikirnya, kecerdasan emosional dan juga kecerdasannya dalam bersosialisasi.  Oleh karena itu, sangat saya sarankan pada para orang tua untuk menggunakan aktivitas origami untuk menstimulasi perkembangan optimum anak anda.
Panduan menarik minat dan mendorong anak usia dini (pra sekolah atau TK) melakukan origami – baik untuk melatih executive function-nya :
•           Pada awalnya, pilih beberapa panduan origami yang sederhana  (seperti contoh 1) atau sesuaikan dengan kemampuan anak.
•           Tunjukkan kepada anak bentuk-bentuk akhir dari origami yang akan dibuat.
•           Minta anak untuk memilih bentuk yang ingin ia buat dan warna kertas yang akan ia gunakan.  Anak-anak akan lebih bersemangat jika ia membuat origami ini berdasar pilihannya.
•           Beri panduan langkah demi langkah.  Bersabarlah untuk menunggu anak selesai melakukan sebuah langkah, baru kemudian anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.
•           Anda dapat juga melakukan percakapan sambil melakukan aktivitas ini, misalnya : “tahukah kau bentuk apakah ini? Tahukah kau ini disebut segi tiga?”, dan sebagainya.
•           Perhatikan minat dan kemampuan anak anda ketika mengerjakan.
•           Untuk anak usia ini, jangan fokus pada ketepatan hasilnya tapi fokuslah pada usahanya.  Beri pujian dan dorongan akan usaha yang ia lakukan.
•           Setelah jadi hasil akhirnya, anda dapat membantunya untuk dapat menikmati hasilnya, misalnya selain pujian anda juga memintanya untuk menempel di lemari es (dengan penjepit magnet) atau menempelnya di dinding kamar.
•           Jika anak berminat untuk melakukan origami lagi, gunakan hasil pengamatan anda untuk menentukan apakah anak perlu ditingkatkan kemampuannya ke level yang lebih rumit (seperti contoh 2 dan contoh 3) atau masih perlu level yang sederhana.  Jangan terburu-buru meningkatkan level anak anda, karena level yang terlalu sulit baginya berpotensi membuatnya gagal, hal ini dapat berdampak menurunkan semangatnya.

•           Jika di level sederhana, anak tampak cepat mengikuti petunjuk anda, anda dapat meningkatkan level kerumitan.  Ada kemungkinan anak mengalami kesulitan.  Jika hal ini terjadi jangan terburu-buru membantu membuatkan, beri petunjuk lebih perlahan dan minta anak anda untuk mencoba lagi.  Hal ini akan melatihnya menahan sabar menghadapi tantangan.  Jangan lupa hargai dan beri pujian untuk usaha dan hasilnya.

Yukk bermain Play Dough       

Menurut Jatmika (2012: 84) Play dough adalah adonan mainan atau plastisin mainan yang merupakan bentuk modern dari mainan tanah liat (lempung).

Dipertegas dengan pendapat Heckscher (2006) bahwa “playdough exploring homemade modelling clays is truly a hands -on way to helps students understand the meaning of the word property”. Dari paparan diatas dapat diartikan, play dough adalah mengeksplorasi tanah liat dengan buatan tangan sendiri yang dapat membantu anak untuk mendapatkan manfaat. Ada banyak manfaat yang didapat dari play dough.Sudono (2000: 55-56) berpendapat bahwa bermain adonan terigu atau yang biasa disebut play dough dapat digunakan sebagai media penunjang untuk meningkatkan keterampilan dasar motorik halus. Diperjelas dengan pendapat Borden (2001: 236) yang menyatakan menggunakan gunting dengan memotong malam merupakan cara untuk mendorong keterampilan motorik halus.
Tips untuk menggunakan media play dough adalah :
1) mencari data mengenai daftar anak yang alergi
ketika bermain tepung,
2) merencanakan jadwal yang tepat untuk menggunakan media play dough,
3) mengamati anak saat menggunakan media play dough dan memantau agar play dough
yang sudah jadi tidak dimakan,
4) mengembangkan cara bermain yang kreatif ketika menggunakan play dough.

Nama : ANISSATUL MAGHFIROH BIN MUHIDIN
Prodi : PGRA 1B
NIM : 1503106069

About

Check Also

Sarasehan Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan Mahasiswa Angkatan 2015 FITK

[gview file=”http://fitk.walisongo.ac.id/wp-content/uploads/2015/10/pengumuman-sarasehan.pdf”]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *