FITK

10 Tips Mengatasi Anak Didik Jenuh Belajar di Kelas

“Agar Anak Tidak Jenuh Belajar Di Kelas”

Sebagai seorang pengajar, terkadang kita sering menjumpai anak-anak didik yang terlihat  lesu atau bahkan tidak konsentrasi dalam belajar. Sehingga dampak yang paling buruk adalah anak-anak lebih terlihat asyik ngobrol dengan temannya atau maen sesuka hatinya sendiri. Mungkin sebagai pengajar kita juga pernah mengalami hal yang serupa. Apalagi bagi pengajar pemula, yang terkadang bingung harus berbuat apa. Don’t worry, disini akan saya berikan tips-tips menarik agar anak tidak jenuh dan lebih berkonsentrasi. Apa langkah kita selanjutnya apabila kita menjumpai anak didik kita terlihat bosan dan malas belajar?

1. Metode belajar sambil bermain
Hmmm… Mungkin kita terlalu banyak memberikan materi pelajaran yang terlalu serius. Untuk yang satu ini, semua pendidik anak usia dini pasti tahu. Menggunakan metode belajar sambil bermain adalah suatu hal yang mutlak untuk diterapkan. Misalnya mengajarkan penjumlahan dengan cara menghitung jumlah pintu di sekolah, jumlah kursi di kelas, dan masih banyak cara yang lain.

2. Ubah posisi tempat duduk.
Anak-anak memang pribadi yang cepat bosan. Apalagi bila mereka hanya duduk di satu tempat yang sama. Kita bisa mengubah posisi tempat duduk tiap anak setiap minggu atau setiap dua minggu, supaya anak bisa akrab tidak hanya dengan teman yang itu-itu saja, malainkan dengan setiap anak lainnya. Kita juga bisa mengubah posisi tempat duduk. Tidak hanya melulu anak harus menghadap papan tulis, kadang kita juga bisa mengubah formasi tempat  duduk menjadi sebuah lingkaran dan kita mengajar di tengah, kadang hanya memakai karpet, dan masih banyak lagi.

3. Adakan kegiatan outdoor.
Kegiatan outdoor ini tidak melulu hanya maen-maen di luar kelas lho. Alangkah lebih baik bila kita juga sudah menyiapkan sebuah materi pelajaran yang menarik buat anak-anak. Misalnya cara menanam pohon ketela, cara menanam tanaman cabe, dan masih banyak lagi.

4. Belajar sambil bernyanyi.
Kegiatan bernyanyi memang sangat diminati oleh anak-anak. Sebelum memulai memberikan materi, alangkah lebih baik bila kita mengajak anak-anak untuk bernyanyi terlebih dahulu. Lagu bisa berfungsi ganda, yaitu bisa membangkitkan mood anak-anak, dan sebagai reminder. Reminder yang saya maksud adalah agar anak-anak bisa lebih mudah dalam menyerap materi ilmu yang akan kita berikan, dan agar anak-anak lebih mudah mengingat materi pelajaran yang telah kita berikan (setelah selesai mengajar, anak-anak menjadi lebih mudah mengingatnya kembali). Misalnya sebelum kita mengajarkan anak-anak materi pengenalan huruf hijaiyah, kita ajak anak-anak menyanyikan lagu Alif Ba Ta Tsa, dan seterusnya sampai dengan selesai.

5. Belajar sambil mendongeng.
Mendongeng tidak hanya berfungsi sebagai peningkat kecerdasan imajinasi anak, namun dengan mendongeng, ternyata kita juga bisa memberikan suatu materi pelajaran dan nilai-nilai keteladanan. Misalnya pada saat kita mendongeng tentang seekor bebek kita bisa menyelipkan materi pelajaran pengenalan angka dengan cara membuat angka dua menjadi seekor bebek. Dan saat mendongeng atau bercerita tentang seorang nabi, kita bisa ajarkan sikap teladan seorang nabi. Selagi anak-anak asyik mendengar cerita kita, anak-anak pun bisa belajar sambil menerapkan apa yang diceritakan.

6. Belajar sambil menari / bergerak.
Sambil menari pun kita bisa mengajar anak-anak lho Bunda. Hmm… meskipun saya kurang pandai dalam menari saya akan mencoba memberikan contoh. Misalnya dengan lagu ini: BIG, BIG, BIG. Nah… Dengan lagu ini, anak-anak tidak hanya bisa menari atau bergerak, tapi juga bisa belajar pengenalan nama hewan, lawan kata, dan tentu saja pelajaran bahasa Inggris.

7. Menggambar / mewarnai sambil belajar.
Untuk yang satu ini, kita bisa mengajak anak-anak untuk menulis huruf A sampai Z, atau huruf hijaiyah Alif sampai Ya di sebuah kertas gambar. Lalu mendekorasi di bagian-bagaian yang kosong lalu mewarnainya. Atau bila anak-anak belum bisa menulis, kita bisa menyiapkan kopian gambar-gambar huruf, lalu meminta anak untuk mewarnainya, dan mendekorasi bagian kertas yang kosong.

8. Menghafal kata sambil bertepuk tangan.
Dengan bertepuk tangan kita tidak hanya bisa meningkatkan kecerdasan motorik anak, namun juga bisa mentransfer ilmu. Misalnya dengan mengajak anak-anak untuk menyebutkan kata-kata dengan satu, dua, atau tiga suku kata. Lalu mengajak mereka untuk bertepuk tangan saat mengucapkannya. Misalnya: ru – mah, diucapkan dengan cara bertepuk tangan sebanyak dua kali seiring dengan suku kata yang diucapkan.

9. Free Time.
Mungkin karena terlalu banyak kegitan yang kita buat untuk anak-anak, anak-anak menjadi malas belajar. Free Time atau waktu bebas juga sangat penting lho… Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa merasa “bebas” dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bereksplorasi secara bebas, dan mencegah ketegangan. Free time bisa dilakukan di dalam ruangan (bermain lego, balok, dll) ataupun di luar ruangan (maen ayuanan, mobil-mobilan, dll).

10. Mengatasi  masalah kita sendiri.
Sadar atau tidak sadar, kadang hal yang membuat anak-anak menjadi bosan belajar adalah karena diri kita yang kurang bisa membawa anak-anak pada suasana belajar yang ceria. Nah… Kalau itu masalahnya, tentu lain soal lagi dan tentu saja lain solusinya. Kita harus bisa mengintrospeksi diri sendiri terlebih dahulu, dan lebih belajar memahami karakter perkembangan anak-anak. Dan perlu dikembangan lagi dengan berbagai hal sebagi pengajar yang cerdas.

Ternyata mudah kan Bunda tips-tips menghadapi anak yang bosan di dalam kelas. Memang harus banyak berlatih dan sabar dalam mendidik anak. Tapi tidak ada salahnya kita mencoba dan berusaha untuk menjadi pengajar / pendidik yang lebih baik dan cerdas. Semoga ALLAH memberi jalan, Aamiin.

 

Diadaptasi dari : Kak Zepe, lagu2anak.blogspot.com

Diedit ulang oleh Novita Aristanti PGRA-B

NIM 1503106053

Angkatan 2015 UIN Walisongo Semarang

Exit mobile version