Peringatan dies natalis ke 51 UIN Walisongo Semarang, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, baik di tingkat Universitas maupun fakultas. Sebagai salah satu fakultas di UIN Walisongo Semarang, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan ikut andil dalam memeriahkan peringatan dies natalis ke 51 UIN Walisongo Semarang. FITK menyuguhkan kegiatan berbasis kesenian dengan menggelar Pameran 51 Karya Seni yang diselenggarakan secara virtual. Pameran karya seni yang biasanya dilaksanakan secara offline dengan memajang karya-karya yang telah dihasilkan dalam sebuah gedung pertunjukan. di masa pandemi saat ini tentunya hal tersebut sulit untuk diwujudkan. Namun, dengan bantuan teknologi digital pameran karya seni yang biasanya dilaksanakan secara offline, kini bisa dinikmati oleh penggemar kesenian melalui virtual. FITK menginisisasi kegiatan ini dalam rangka memperingati dies natalis ke 51 UIN Walisongo Semarang. Mengusung tema “go green dan moderasi beragama” pameran virtual tersebut dapat terselenggara berkat bantuan dari berbagai pihak, paling uatama adalah para mahasiswa-mahasiswi FITK yang telah menghasilkan karya seni yang layak untuk dipamerkan. Tema ini dipilih karena sesuai dengan visi misi UIN Walisongo sebagai rumah moderasi beragama dan green campus.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 01 April 2021, Sehari setelah terselenggarakannya kegiatan webinar internasional FITK yang juga serangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan dies natalis ke 51 UIN Walisongo Semarang. Terdapat 51 karya seni yang dipamerkan dalam kegiatan ini. Jumlah tersebut sesuai dengan usia UIN Walisongo Semarang yang ke 51. Sebelumnya di tingkat universitas juga telah diselenggarakan kegiatan 51 Ziarah Wali dan Masyayikh, 51 Khataman Al-Qur’an, dan 51 tumpeng.

“melalui pameran karya seni ini, Kita mempunyai tekat untuk mensyiarkan Nilai-nilai ajaran Islam melalui jalur kesenian” tutur Dekan FITK Dr. Hj. Lift Anis Ma’shumah, M.Ag. dalam sambutannya.

“Kegiatan ini merupakan ekspresi dari mahasiswa/I FITK dalam mensyiarkan Ajaran Islam melaui media seni” imbuhnya.

Hadir secara virtual serta membuka secara resmi kegiatan ini Wakil Rektor III UIN Walisongo Semarang Dr. Achmad Arief Budiman, M.Ag. “Model pendidikan yang ingin dikembangkan oleh UIN Walisongo adalah memberikan keseimbangan potensi otak kiri dan otak kanan, sehingga pendidikan selain memberikan manfaat serta mempertajam pemahaman dan daya ingat juga menjadi sesuatu yang menyenangkan,” kata WR III dalam sambutannya.

“Karya seni sebagai sebuah bentuk karsa, cipta dan karya sesungguhnya merupakan sebuah elemen peradaban yg sangat penting, Seni merupakan sebuah ekspresi dari potensi manusia, seni bisa membuat batin menjadi lebih lembut dan memberikan ketenangan jiwa..” Imbuhnya.

Kegiatan ini sangat relevan dilakukan ditengah-tengah krisis kebangsan dan kemanusiaan yang dialami negara Indonesia saat ini. Karena Salah satu yang harus kita lakukan adalah membangun peradaban yang ramah dan penuh toleransi. hal ini bisa diwujudkan dengan kesenian. Karena seni merupakan sesuatu yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat, baik sekat yang berdasarkan latar belakang sosial, etnis, ideologi maupun agama.

Karya seni yang dipamerkan pada kegiatan ini terdiri dari jenis karya seni ilustrasi dan iluminasi, motase, mozaik, kolase serta media pembelajaran dari limbah bekas. Turut hadir dan ikut menyaksikan para pimpinan, dosen serta mahasiswa/I FITK UIN Walisongo Semarang. Proses pameran karya seni secara virtual ini dilaksanakan dengan bantuan teknologi artstep. dalam proses pameran, dipandu oleh pemandu acara yang bertugas mengarahkan penonton menyusuri ruang pameran dan menjelaskan satu per satu karya seni yang dihasilkan oleh para mahasiswa dan mahasiswi mulai dari judul karya, bahan yang digunakan serta deskripsi karya yang dihasilkan. Karya seni yang dihasilkan dibuat dari berbagai macam bahan, diantaranya: biji-bijian, dedaunan, krayon, limbah bekas, dll. Semoga pameran karya seni ini dapat memacu semangat para mahasiswa-masiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk tetap berkarya dan tekun belajar di tengah pandemi covid-19. (rfq)