
FTIK UIN Walisongo Online, Semarang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang di kancah internasional. Empat mahasiswi terpilih sukses berpartisipasi sebagai Language Partner dalam kegiatan pembelajaran di University of Galway, Irlandia.
Keempat mahasiswi tersebut adalah Nadia Safwa Aqila, Rara Nur Hafizhah, Selfi Dewi Rahmawati, dan Shabrinaya Az Zahra. Mereka terlibat aktif dalam modul GL2103 Introduction to Indonesian Language and Culture II di School of Languages, Literatures and Cultures, University of Galway.
Selama kegiatan yang berlangsung secara virtual pada 26 Maret hingga 2 April 2026 ini, mahasiswa dari University of Galway diwajibkan berinteraksi menggunakan bahasa Indonesia dalam aktivitas role-play interview. Mahasiswi PGMI berperan krusial dalam memfasilitasi komunikasi antarbudaya yang autentik, khususnya dalam membagikan wawasan mengenai praktik budaya dan tradisi bertetangga di Indonesia.
Kaprodi PGMI UIN Walisongo Semarang, Kristi Liani Purwanti, S.Si., M.Pd., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini.
“Keterlibatan mahasiswi kami dalam forum internasional di University of Galway membuktikan bahwa kualitas mahasiswa PGMI UIN Walisongo Semarang mampu bersaing dan diakui secara global. Ini adalah implementasi nyata dari penguatan kompetensi linguistik dan pemahaman budaya. Kami berharap pengalaman ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus memperluas jejaring akademik melampaui batas negara,” tegas Kristi Liani.
Salah satu mahasiswi yang terlibat, Selfi Dewi Rahmawati, mengaku sangat antusias karena pengalaman ini relevan dengan materi perkuliahan yang ia pelajari di prodi PGMI, seperti Bahasa Indonesia, Seni Budaya, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
“Kegiatan ini menjadi laboratorium hidup bagi kami. Kami tidak hanya menemani belajar bahasa, tetapi juga mengemas materi tentang tradisi bermasyarakat di Indonesia agar mudah dipahami mahasiswa luar negeri. Hal ini sangat berkaitan dengan mata kuliah IPS tentang struktur sosial dan Seni Budaya dalam memperkenalkan kearifan lokal. Secara tidak langsung, kami belajar bagaimana menjadi pendidik yang adaptif dan mampu mengomunikasikan nilai-nilai keindonesiaan secara internasional,” ungkap Selfi.
Sebagai bentuk pengakuan, para mahasiswi tersebut berhak menerima Certificate of Appreciation dari University of Galway yang ditandatangani oleh Eko Widianto, selaku Module Leader sekaligus kandidat PhD di universitas tersebut.
Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat visi UIN Walisongo Semarang dalam internasionalisasi kampus serta mencetak calon pendidik dasar yang berwawasan global namun tetap teguh pada akar budaya Nusantara.
