FTIK UIN Walisongo Online, Semarang – Sabtu (7/2/2026) menjadi momen bersejarah bagi 1.277 wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Bertempat di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub, prosesi Wisuda Doktor (S3) ke-41, Magister (S2) ke-66, dan Sarjana (S1) ke-99 berlangsung khidmat.
Di tengah barisan wisudawan, sosok Nazih Sadatul Kahfi menjadi sorotan. Lulusan Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) ini berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik. Kisah perjalanannya adalah cerminan kegigihan antara tugas akademik, pengabdian di masjid, dan prestasi global.
Nazih membuktikan bahwa pendidikan agama Islam dapat berjalan beriringan dengan teknologi modern. Dalam tesisnya yang berjudul “Pengembangan Video Animasi 3D Dengan Plotagon Story untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran PAI-BP di SMP”, ia menciptakan terobosan media digital untuk menarik minat generasi Z.
“Melalui konsep Unity of Sciences (Kesatuan Ilmu), saya memadukan ilmu pendidikan, teknologi, dan nilai-nilai agama. Pembelajaran tidak hanya soal teori, tetapi bagaimana teknologi bisa menciptakan pengalaman belajar yang holistik dan interaktif,” jelas Nazih.
Prestasi Nazih kian mengagumkan mengingat ia adalah seorang Awardee LPDP-BIB yang juga mengemban amanah sebagai Marbot (penjaga) Masjid. Baginya, membagi waktu antara kewajiban akademik, tugas organisasi sebagai Koordinator CIB Pascasarjana, serta pengabdian di masjid adalah tantangan terbesar sekaligus guru disiplin terbaik.
“Tantangan terbesar adalah mengelola waktu antara peran sebagai mahasiswa, penerima beasiswa, dan Marbot Masjid. Ada kalanya saya merasa tertekan, namun amanah ini justru memotivasi saya untuk tidak menyia-nyiakan setiap detik waktu yang ada,” ungkap sosok yang juga aktif di ISNU dan IKA-PMII ini.
Tak hanya unggul di dalam kampus, Nazih juga memiliki rekam jejak internasional yang mentereng. Ia terpilih mengikuti program Student Mobility ke Malaysia dan Singapura, tepatnya di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Selama masa studi S2-nya, ia tercatat telah mempublikasikan 5 karya ilmiah dan menjadi presenter di 7 konferensi internasional bergengsi.
Pengalaman lintas negara ini ia jadikan sarana untuk memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan di Asia Tenggara dan mempromosikan moderasi beragama melalui media sosial.
Saat diumumkan sebagai wisudawan terbaik, Nazih langsung melakukan sujud syukur. Kabar bahagia ini ia sampaikan pertama kali kepada istri dan orang tuanya. “Reaksi mereka sangat terharu. Pencapaian ini adalah hasil dari dukungan dan doa mereka yang tak putus,” ujarnya penuh haru.
Setelah kelulusan ini, Nazih berencana untuk langsung terjun ke dunia pendidikan guna mengaplikasikan ilmunya, sebelum nantinya melanjutkan studi S3 di masa depan. Kepada adik-adik tingkatnya, ia berpesan agar tidak takut berorganisasi. “Organisasi memberikan keterampilan problem-solving yang justru menunjang kemampuan akademik. Kuncinya adalah disiplin dan manajemen waktu yang efektif.”
Kisah sukses Nazih merupakan bukti nyata bahwa UIN Walisongo Semarang adalah kawah candradimuka bagi para pemimpin masa depan yang kompeten dan religius. Bagi Anda yang ingin mengikuti jejak prestasi Nazih, pendaftaran jalur SNBP dan SPAN-PTKIN 2026 telah dibuka. Bergabunglah menjadi bagian dari Kampus Kemanusiaan dan Peradaban melalui laman pmb.walisongo.ac.id.
