FITK

HARDIKNAS 2026 Menggerakkan Imajinasi Masa Depan Pendidikan

Semarang — Festival Peringatan Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS 2026 di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) UIN Walisongo Semarang menjadi ruang perjumpaan antara gagasan, kreativitas, kepemimpinan, dan komitmen mahasiswa dalam membaca masa depan pendidikan Indonesia.

Mengusung tema “Revitalisasi Pendidikan dalam Membangun Generasi Unggul, Adaptif, dan Kompetitif di Era Global,” kegiatan ini diselenggarakan oleh DEMA FTIK UIN Walisongo Semarang di bawah kepemimpinan Gilang Dzaky Mubarak. Festival tersebut dirancang sebagai agenda edukatif yang memberi ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengekspresikan ide, mengasah kemampuan literasi, memperkuat kepemimpinan, serta membangun kesadaran terhadap tantangan pendidikan di era global.

Rangkaian Festival HARDIKNAS 2026 berlangsung sejak April hingga Mei 2026, dengan puncak kegiatan pada 6 Mei 2026 di lingkungan FTIK UIN Walisongo Semarang. Agenda festival meliputi lomba esai tingkat universitas, lomba esai tingkat SMA, workshop kepenulisan, Puncak Festival HARDIKNAS, launching buku mahasiswa FTIK, educational talk, Pemilihan Putra Putri FTIK, serta Teater Pendidikan oleh KPT BETA.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FTIK UIN Walisongo Semarang, Dr. Karnadi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri sebagai generasi masa depan yang memiliki kapasitas akademik, daya adaptasi, karakter kuat, serta kepekaan sosial. Menurutnya, tema festival tahun ini relevan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menuntut generasi muda untuk mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan solutif.

Pesan tersebut menjadi landasan penting bagi penyelenggaraan festival. HARDIKNAS tidak diposisikan semata sebagai peringatan tahunan, melainkan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali arah pendidikan dan peran mahasiswa sebagai bagian dari perubahan sosial. Melalui festival ini, FTIK UIN Walisongo ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup, partisipatif, dan dekat dengan realitas mahasiswa.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Pemilihan Putra Putri FTIK. Ajang ini menjadi wadah untuk menemukan figur mahasiswa yang mampu merepresentasikan nilai intelektualitas, komunikasi, kepribadian, dan kepemimpinan. Proses penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yaitu Irchamni Putriningtyas, M.Pd., Dr. Citra Rizky Lestari, M.Pd., dan Nur Khotimah, M.Pd. Penilaian diarahkan pada kemampuan peserta dalam menampilkan wawasan, sikap, karakter, serta kesiapan menjadi wajah positif FTIK di ruang akademik maupun publik.

Festival ini juga memperkuat budaya literasi di lingkungan fakultas. Lomba esai mendorong mahasiswa dan pelajar untuk menuliskan gagasan secara kritis, sementara workshop kepenulisan membekali peserta dengan keterampilan akademik yang aplikatif. Di sisi lain, launching buku mahasiswa FTIK menjadi bukti bahwa tradisi intelektual terus tumbuh melalui karya nyata. Educational talk dan teater pendidikan turut memperkaya festival dengan diskusi, refleksi, dan ekspresi seni yang mengangkat isu-isu pendidikan.

Melalui kegiatan ini, DEMA FTIK bersama sivitas akademika berupaya menghadirkan HARDIKNAS sebagai gerakan akademik yang inspiratif. Festival HARDIKNAS 2026 menjadi panggung tempat mahasiswa belajar memimpin, berpikir terbuka, membangun jejaring, dan mengambil peran dalam membentuk wajah pendidikan masa depan.

Dengan pendekatan edukatif, kreatif, dan kolaboratif, FTIK UIN Walisongo Semarang menegaskan posisinya sebagai fakultas yang terus bergerak menyiapkan generasi pendidik unggul, adaptif, dan kompetitif. Festival ini menjadi penanda bahwa pendidikan masa depan membutuhkan mahasiswa yang bukan sekadar hadir di ruang kelas, tetapi juga berani berpikir, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa.

Exit mobile version