FITK

Laila Nurunnafiah, Lulusan Tercepat, Terbaik, dan Pemilik Riset Terbaik FITK 2026

FTIK UIN Walisongo Online, Semarang – Prestasi membanggakan kembali lahir dari rahim Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang. Laila Nurunnafiah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) angkatan 2022, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk meraih puncak prestasi akademik.

Gadis yang akrab disapa Lala ini tidak hanya berhasil lulus tepat waktu di semester tujuh, tetapi juga dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Jurusan PGMI dengan IPK 3,89, sekaligus meraih penghargaan bergengsi sebagai Peraih Skripsi Terbaik tingkat Fakultas.

Bagi Lala, pencapaian ini adalah persembahan cinta untuk kedua orang tuanya. Lahir dari keluarga sederhana di mana sang ayah dan ibu berprofesi sebagai petani, Lala mengaku sangat terharu saat mengabari mereka.

“Reaksi orang tua sangat membahagiakan dan penuh haru. Mereka berjuang tanpa lelah mengantarkan saya hingga jenjang pendidikan tinggi. Mengetahui anak bungsunya lulus tercepat sekaligus menjadi yang terbaik adalah kebanggaan luar biasa bagi keluarga kami,” ungkap Lala dengan nada syukur.

Kualitas riset Lala menjadi alasan utama ia meraih penghargaan skripsi terbaik tingkat fakultas. Penelitiannya yang berjudul “Verbal Abuse dan Dampaknya bagi Siswa Kelas IV A MI Baitul Huda Klampisan Semarang” mengangkat isu sensitif yang sering terabaikan di lingkungan sekolah.

Lala membedakan antara verbal bullying dengan verbal abuse. Menurutnya, verbal abuse memiliki cakupan lebih luas karena mencakup penggunaan bahasa kasar atau pelabelan negatif yang sering kali dianggap “candaan wajar” oleh lingkungan, padahal berdampak fatal pada psikologis anak.

“Penelitian ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan dini terhadap perilaku agresif dan normalisasi bahasa kasar di sekolah. Saya berharap guru lebih peka dalam menciptakan lingkungan yang aman secara verbal dan emosional,” jelas penerima Beasiswa Bank Indonesia ini.

Pencapaian Lala diraih lewat perjuangan yang tidak mudah. Ia harus menyelesaikan skripsi sembari menjalani Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II. Selain itu, ia aktif menjabat sebagai Bendahara II UKM Lembaga Studi Bahasa (LSB) dan anggota komunitas GenBI (Generasi Baru Indonesia).

“Cara saya menyeimbangkannya adalah dengan manajemen waktu yang fleksibel. Tugas akademik selalu jadi prioritas utama yang saya kerjakan malam hari setelah kegiatan organisasi selesai, bahkan tak jarang harus begadang,” tuturnya.

Ia juga menyebut sosok Ibu Ruruh Sarasati, M.Pd. selaku dosen pembimbing sebagai mentor kunci yang memberikan keteladanan dalam berpikir ilmiah dan profesionalisme.

Menutup kisahnya, mahasiswi berprestasi ini memberikan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya, khususnya di prodi PGMI. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk memulai daripada terjebak dalam mencari kesempurnaan.

“Pesan saya, jangan terlalu lama terjebak mencari kesempurnaan judul. Skripsi yang baik bukanlah yang sempurna, melainkan skripsi yang diselesaikan dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Tetap percaya pada proses,” pungkas Lala.

Ke depan, Lala bercita-cita menjadi pendidik yang mampu menghadirkan pembelajaran humanis dan berkarakter, demi mewujudkan lingkungan madrasah yang bebas dari kekerasan verbal.

 

Exit mobile version