FITK

Perkuat Diplomasi Karakter Mahasiswa melalui Diklatsar Pramuka Birawa 2026

Semarang, 14 Mei 2026 — Di tengah ritme kampus yang terus bergerak menuju penguatan kualitas akademik, kepemimpinan, dan karakter mahasiswa, halaman ISDB Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang pada Kamis pagi menjadi saksi dimulainya sebuah proses penting: Pendidikan Latihan Dasar atau Diklatsar Tahun 2026 Brigade Rajawali Birawa Pramuka Walisongo.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Gugusdepan Kota Semarang 07.119–07.120 berpangkalan pada UIN Walisongo Semarang ini merupakan agenda seremonial tahunan sekaligus menjadi ruang kaderisasi, tempat mahasiswa ditempa untuk memahami arti disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, solidaritas, dan pengabdian.

Upacara pembukaan dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 08.00–09.00 WIB, bertempat di halaman ISDB Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang. Kegiatan Diklatsar sendiri berlangsung selama tiga hari, yakni 14–16 Mei 2026, dengan titik pelaksanaan di Sanggar Bakti Pramuka Walisongo, Gedung L Kampus III UIN Walisongo Semarang, serta SDN Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kakak Pembina Prof. Dr. Mahfudz Junaedi, M.Ag., yang juga merupakan Ketua Gugusdepan UIN Walisongo Semarang. Sosoknya memiliki posisi strategis bagi penguatan branding kelembagaan FTIK, sebab beliau merupakan dosen sekaligus menjabat sebagai Kepala Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Kehadiran beliau menegaskan bahwa Pramuka di lingkungan UIN Walisongo tidak berdiri sebagai aktivitas tambahan semata, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan karakter yang terhubung dengan visi besar universitas: membangun insan akademik yang berilmu, berakhlak, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial.

Dalam amanat pembukaannya, Prof. Mahfudz menekankan bahwa Diklatsar merupakan pintu awal bagi peserta untuk memasuki dunia kepramukaan secara lebih sadar, matang, dan bertanggung jawab. Menjadi Pramuka, menurutnya, bukan hanya tentang mengenakan seragam, mengikuti barisan, atau menguasai keterampilan lapangan. Lebih dari itu, Pramuka adalah pendidikan kehidupan.

Melalui Diklatsar, mahasiswa belajar bagaimana memimpin dan dipimpin, bagaimana mengambil keputusan dalam situasi terbatas, bagaimana bekerja dalam tim, serta bagaimana menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Nilai-nilai inilah yang menjadikan Pramuka tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Prof. Mahfudz juga menggarisbawahi pentingnya Diklatsar sebagai ruang pembentukan kader muda yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap masyarakat. Mahasiswa, dalam konteks ini, tidak cukup hanya unggul secara akademik. Mereka juga perlu memiliki karakter sosial, mental tangguh, dan kesiapan untuk hadir sebagai bagian dari solusi di tengah kehidupan publik.

Sementara itu, Dr. Karnadi, M.Pd., Wakil Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, hadir mewakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama. Kehadiran Dr. Karnadi memperkuat pesan bahwa kegiatan kemahasiswaan seperti Diklatsar memiliki posisi penting dalam membentuk kualitas lulusan UIN Walisongo secara utuh.

Dukungan beliau dalam mewakili Wakil Rektor III menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepemimpinan, etos pengabdian, kemampuan berkolaborasi, dan kedisiplinan. Dalam konteks inilah, FTIK tampil bukan hanya sebagai fakultas pencetak calon pendidik dan ilmuwan pendidikan, tetapi juga sebagai simpul penting dalam penguatan karakter mahasiswa lintas ruang pembelajaran.

Diklatsar Birawa 2026 menjadi luar biasa karena ia mempertemukan tiga dimensi penting pendidikan: kampus, organisasi, dan masyarakat. Di kampus, mahasiswa memperoleh nilai dan pengetahuan. Dalam organisasi, mereka belajar berproses, berdisiplin, dan mengambil peran. Di masyarakat, mereka diuji untuk menerjemahkan nilai itu menjadi pengabdian nyata.

Secara kelembagaan, keterlibatan tokoh FTIK dalam struktur pembinaan Gugusdepan UIN Walisongo memberi pesan kuat bahwa fakultas ini memiliki kontribusi luas dalam pembangunan karakter mahasiswa. FTIK tidak hanya hadir di ruang kuliah, laboratorium, dan forum akademik, tetapi juga turut menghidupkan ruang-ruang pembinaan nonformal yang membentuk daya tahan, kepemimpinan, dan kepribadian mahasiswa.

Di tengah dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, model pembinaan seperti ini menjadi sangat penting. Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara intelektual. Dunia hari ini membutuhkan generasi muda yang sanggup berpikir kritis, bekerja sama, beradaptasi, melayani, dan memimpin dengan integritas.

Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” Diklatsar Pramuka Birawa 2026 menjadi  kegiatan latihan dasar serta narasi tentang kaderisasi, karakter, dan masa depan kepemimpinan mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Dalam narasi itu, FTIK hadir sebagai bagian penting dari gerakan besar membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan siap mengabdi.

 

Exit mobile version