UIN Walisongo Online, Semarang – Seiring dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Agama (PMA) RI Nomor 49 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo Semarang secara resmi mengalami perubahan nama menjadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Perubahan ini mulai berlaku secara administratif dan operasional terhitung sejak Januari 2026.
Dekan FTIK UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., menjelaskan bahwa perubahan urutan kata dalam nama fakultas ini membawa makna filosofis tersendiri. Jika sebelumnya fokus diletakkan pada “Ilmu Tarbiyah”, kini struktur nama bergeser menjadi “Tarbiyah dan Ilmu Keguruan”.
“Di lingkungan PTKIN, penamaan fakultas pendidikan memang beragam, ada FTK, FITK, hingga FTIK. Secara filosofis, perubahan menjadi FTIK ini nampaknya mengadopsi semangat FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Hal ini mempertegas peran lembaga dalam mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kompetensi profesional dalam ilmu keguruan,” jelas Prof. Fatah Syukur.
Perubahan nama ini membawa konsekuensi langsung pada seluruh dokumen resmi fakultas, mulai dari papan nama, stempel, kop surat, hingga ijazah. Prof. Fatah Syukur memastikan bahwa proses transisi ini akan berjalan mulus tanpa merugikan mahasiswa.
Terkait kekhawatiran mahasiswa mengenai status ijazah, beliau memberikan kepastian. “Bagi mahasiswa yang menjalani ujian munaqosah mulai Januari 2026, maka ijazah yang diterbitkan nantinya sudah menggunakan nama baru, yakni FTIK UIN Walisongo Semarang,” tegasnya.
Beliau juga berpesan kepada para alumni dan mahasiswa aktif bahwa perubahan identitas ini tidak akan berimbas negatif pada legalitas gelar maupun posisi mereka di dunia kerja. “Tidak ada imbas negatif, semuanya aman. Perubahan ini justru merupakan bagian dari penguatan institusi,” tambah beliau.
Perubahan nama ini juga dipandang sebagai momentum untuk memperkuat branding fakultas di mata calon mahasiswa baru. Dalam kegiatan sosialisasi, pihak fakultas akan menekankan penggunaan nama lengkap agar masyarakat dan calon mahasiswa tidak salah paham mengenai mandat pendidikan yang diusung oleh FTIK UIN Walisongo Semarang.
Komunikasi dengan pihak eksternal dan mitra kerja sama, seperti sekolah mitra dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PLP), juga akan disesuaikan secara otomatis melalui pembaruan dokumen administrasi per Januari 2026.
Seiring dengan semangat baru ini, UIN Walisongo Semarang terus mengajak putra-putri terbaik untuk bergabung melalui jalur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026. Calon mahasiswa dapat memilih berbagai program studi unggulan di FTIK UIN Walisongo Semarang melalui jalur SNBP dan SPAN-PTKIN yang sedang berlangsung. Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi pmb.walisongo.ac.id atau akun Instagram @uinwalisongosemarang.
