
UIN Walisongo Online, Denpasar – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan Academic Excursion bersama Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa dengan mengusung tema “Innovative Pedagogies in English Language Teaching: Responding to Digital Era Challenge” pada Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran bahasa Inggris di era digital.
Acara dibuka dengan penampilan welcoming dance dari UKM Ratna Saraswati UHN yang memberikan nuansa hangat dan penuh semangat. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan nasionalisme.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari UHN yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. Sambutan berikutnya disampaikan oleh delegasi UIN Walisongo yang menekankan bahwa mahasiswa perlu siap menghadapi perubahan pendidikan di era digital dengan kompetensi yang adaptif dan kreatif.
Sebagai bagian dari pengenalan institusi, ditampilkan video profil PBI UHN dan UIN Walisongo Semarang yang menunjukkan keunggulan serta kontribusi masing-masing dalam dunia pendidikan. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan tari dari mahasiswa PBI UIN Walisongo yang menampilkan kreativitas dan bakat mereka.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai bentuk kerja sama resmi antara kedua institusi dalam bidang akademik dan pengembangan pendidikan.
Pada sesi keynote speech, dari UHN membahas tantangan mahasiswa di era digital, khususnya terkait penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Disampaikan bahwa mahasiswa saat ini cenderung mengalami ketergantungan terhadap teknologi (over-reliance on technology), sehingga penting untuk tetap menguasai keterampilan dasar mengajar, menggunakan teknologi secara bijak, serta memahami bahwa teknologi tidak seharusnya menggantikan peran pendidik. Mahasiswa juga diingatkan untuk selalu memiliki plan B dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, keynote speech dari UIN Walisongo Semarang menekankan bahwa penggunaan Artificial Intelligence tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya sumber dalam pembelajaran. Mahasiswa diperbolehkan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, namun tidak semua informasi yang diberikan oleh AI dapat langsung digunakan tanpa proses pemahaman dan analisis terlebih dahulu.
Oleh karena itu, AI seharusnya diposisikan sebagai pendukung dalam proses belajar, bukan sebagai jawaban utama, sehingga mahasiswa tetap memiliki kemampuan berpikir kritis dan mandiri.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran acara, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan pedagogik yang inovatif, adaptif, serta siap menghadapi tantangan pembelajaran bahasa Inggris di era digital.
